Anthony Robin menceritakan sebuah true story tentang kejadian mengerikan yang dialami oleh W Mitchel. Mitchel mengalami kecelakaan yang sangat mengerikan saat dia mengendarai sepeda motor tiba-tiba terlihat truk berhenti mendadak. Dalam usahanya mengurangi kecepatan, ia terperosok ke bawah truk. Tutup tangki bensinnya terlempar, dan hal buruk pun terjadi. Bahan bakar mengalir keluar dan membuat sepeda motornya meledak, sehingga 85% tubuhnya mengalami luka bakar. Dan bagaimana cara Mitchel mengatasi apa yang dialaminya. Ia tidak menyerah. Ia berusaha tetap hidup dan meniti kembali karier usahanya. Ia masih hidup sehat tinggal di Colorado. Sejak kecelakaan motornya yang mengerikan, ia diketahui lebih berhasil dan bahagia dari sebelumnya. Ia menjadi orang yang paling berpengaruh di Amerika dan menjadi jutawan. Bahkan mencalonkan diri menjadi anggota kongres dan gubernur Colorado.
Ada
sebuah newsletter yang dikirimkan ke email saya dari www.kingsonsurya.com dan
saya anggap materi ini sangat menarik untuk kita renungkan sama persis dengan
cerita di atas. Mengenai kaos kaki usang yang masih saja kita simpan karena
kaos kaki itu pemberian dari seseorang yang kita cintai. Kalau orang lain pasti
akan menilai sepertinya terlalu berlebihan kaos kaki usang terus saja
disimpan di dalam lemari.
Akan
tetapi bagi si empunya, nilai historis di dalamnya yang menjadikan kaos
kaki usang itu begitu istimewa. Lalu bagaimana jadinya kalau ada anggota
keluarga yang membuangnya begitu saja? Tentu si empunya akan merasa bersedih
bahkan mungkin akan marah. Masalahnya bukan pada dibuangnya kaos kaki tersebut
melainkan makna dibalik kaos kaki usang itulah yang akan dipertahankan oleh si
empunya, entah efek dari makna tersebut positif ataukah negatif. Kalau kaos
kaki usang itu menimbulkan efek positif maka memori yang dikandungnya akan membawa
kita sebagai si empunya akan merasa senang, puas, termotivasi, percaya diri,
dan sebagainya. Begitu juga sebaliknya, efek negatif hanya akan menimbulkan
perasaan takut, menyesal, tidak puas, tidak percaya diri, dan sebagainya.
Sebenarnya
memori atas kaos kaki dimana makna yang terkandung bisa menimbulkan efek
positif maupun negatif hanyalah kerja dari pikiran kita saja. Artinya
bagaimana kita sebagai si pelaku menyikapi sebuah peristiwa yang terjadi di
dalam kehidupan sehari-hari. Bob Proctor memperkenalkan hukum polaritas
dimana:
“Segala
yang ada di alam semesta ini memiliki lawannya. Tidak akan ada yang disebut ‘dalam
ruangan’ bila tidak ada yang disebut ‘luar ruangan’. Juga segala sesuatu itu
sama sekaligus berlawanan.”
Bila
jarak antara pintu ke meja tamu adalah 3 kaki, maka itu juga berarti jarak
antara meja tamu ke pintu tersebut adalah 3 kaki juga. Bila jarak dari Yogyakarta
ke Solo adalah 60 km, maka itu juga berarti jarak dari Solo ke Yogyakarta
adalah 60 km. Artinya kedua kalimat tersebut mempunya arti yang sama.
Begitu juga ada suatu kejadian yang kita anggap buruk maka sesungguhnya ada
sesuatu yang baik ada di dalamnya. Martha Washington mengatakan bahwa “Dari
pengalaman saya belajar bahwa hal yang paling menentukan kebahagiaan atau kesengsaraan
hidup kita adalah watak kita, bukan kejadian-kejadian dalam hidup kita.”
Artinya sebuah peristiwa akan dapat kita katakan berefek positif atau
negatif, akan tergantung dari sudut pandang kita sendiri bagaimana cara kita
menyikapi sebuah kejadian baik itu berefek positif maupun negatif.
Sekarang
bagaimana caranya mengarahkan hati memilih pada sisi pilihan positif dimana pilihan
positif akan membawa kita pada pikiran yang positif. Sedangkan pikiran yang
positif akan berdampak pada sikap yang positif, kemudian sikap ini akan menciptakan
tindakan yang positif pula. Otomatis dukungan positif akan mengalir pula pada
diri kita. Manusia diberikan kebebasan untuk menentukan pilihan hati,
apakah akan melihat suatu peristiwa dari sudut pandang positif ataukah
negatif. Sebagai contoh dua orang pekerja bangunan bernama Ali dan Aksan,
ketika Ali ditanya oleh seseorang apa pekerjaanmu? Ia menjawab dengan wajah
tertunduk dan suaranya sangat lirih, “Aku setiap hari hanya duduk menyusun
batu bata di atas batu bata yang lainnya.” Kemudian Aksan juga diberi
pertanyaan yang sama, ia pun menjawab dengan semangat yang tinggi, “Aku tenaga
ahli bangunan yang telah membantu mendirikan gedung-gedung yang sekarang Anda
lihat itu. Tanpa adanya peranku, gedung-gedung itu tidak akan bisa berdiri”
Sekarang
Anda bisa rasakan keduanya mempunyai profesi yang sama, tetapi keduanya sangat
berbeda dalam melihat cara pandang pekerjaannya. Betapa Ali mengkerdilkan
pekerjaannya, tidak percaya diri, dan menganggap sepele apa yang dilakukannya
sekarang, akan tetapi Aksan begitu percaya diri bahwa tanpa perannya, tidak
ada gedung yang bisa berdiri semegah ini.
Sebenarnya jawaban keduanya tidak ada yang salah, hanya saja yang membedakan jawaban keduanya adalah sudut pandang yang jauh berbeda yang diperlihatkan Ali dan Aksan. Bagaimana Aksan bisa mengambil anugerah dari pekerjaannya, menemukan sisi baik dari pekerjaannya, bersikap optimis, dan menumbuhkan efek positif pada dirinya.
Sebenarnya jawaban keduanya tidak ada yang salah, hanya saja yang membedakan jawaban keduanya adalah sudut pandang yang jauh berbeda yang diperlihatkan Ali dan Aksan. Bagaimana Aksan bisa mengambil anugerah dari pekerjaannya, menemukan sisi baik dari pekerjaannya, bersikap optimis, dan menumbuhkan efek positif pada dirinya.
Dengan
menentukan pilihan pada sisi yang positif maka Aksan akan lebih berpeluang
untuk bisa lebih berkembang karena pikiran, sikap, dan tindakan positif
lebih bisa membangkitkan pemikiran yang kreatif dalam menyelesaikan masalah dan
tantangan hidup. Ada ungkapan yang sangat menarik:
“Anda
adalah orang yang sangat bernilai, berarti dan penting, meskipun keadaan Anda
saat ini bias saja membuat Anda merasa sebaliknya.”— James Newman.Artinya sudut
pandang yang kita pilih akan sangat menentukan kualitas hidup kita, maka
kejernihan hati akan sangat penting untuk melakukan introspeksi diri,
perenungan, dan refleksi atas apa yang kita hadapi sekarang ini maupun yang
akan datang.

0 komentar:
Posting Komentar